Yang
lucu, Aremania yang datang dengan komunitasnya masing-masing membawa
bass drum sendiri-sendiri, "Ini akan mendukung Arema atau rebutan eksis
di stadion seh rek?" begitu batin ayas.
Krativitas memang bagus, tetapi lihat tribun kanan atau kiri. Kebetulan ayas kemarin di tirbun timur, dimana dengan jelas dua kelompok Aremania bernyanyi dengan berbeda lagu. Ayas kasian dengan julez yang terlihat sumpek karena banyak Aremania yang duduk dan tidak menyanyi plus kesulitan pas menggabungkan nyanyian. Memang benar Aremania menang banyak, namun kalah kompak dengan Jakmania karena mereka yang ditribun utara sangat kompak bernyanyi.
Yang membikin sedih lagi, nawak-nawak sama-sama terdiam ketika Arema kebobolan, padahal di saat itu Arema membutuhkan dukungan. Yang ironis mereka justru menyanyikan lagu-lagu bonek jancok plus gembel dll. Yang tentu saja tidak ada pemain Persija yang terintimidasi.
Di sisi lain, koor The Jak yang menekan pemain Arema terlihat kentara dengan lagu-lagu yang dinyanyikan. Mereka nampak sudah bisa Profesional di tribun.
Karena itu, setiba dari Solo ayas sendiri punya uneg-uneg
1. Ketika menonton Arema, pakailah atribut serba biru ker, apa nawak-nawak tidak kangen dengan presure Arema jaman dahulu.
2. Niati mendukung Arema, memberikan support dengan nyanyian untuk meruntuhkan mental lawan. Lagu-lagu misuhi bonek sudah tidak efektif menekan lawan.
3. Bass drum yang dibawa kelompok Aremania kalau bisa disatukan, masak di tribun selatan kemarin ada banyak bass drum yang berpencar yang tidak kompak sesama Aremania.
4. Jangan marah kalau menonton tertutup bendera, kalau ingin nyaman, gak mau bernyanyi dan santai, liat saja di VIP atau TV.
Krativitas memang bagus, tetapi lihat tribun kanan atau kiri. Kebetulan ayas kemarin di tirbun timur, dimana dengan jelas dua kelompok Aremania bernyanyi dengan berbeda lagu. Ayas kasian dengan julez yang terlihat sumpek karena banyak Aremania yang duduk dan tidak menyanyi plus kesulitan pas menggabungkan nyanyian. Memang benar Aremania menang banyak, namun kalah kompak dengan Jakmania karena mereka yang ditribun utara sangat kompak bernyanyi.
Yang membikin sedih lagi, nawak-nawak sama-sama terdiam ketika Arema kebobolan, padahal di saat itu Arema membutuhkan dukungan. Yang ironis mereka justru menyanyikan lagu-lagu bonek jancok plus gembel dll. Yang tentu saja tidak ada pemain Persija yang terintimidasi.
Di sisi lain, koor The Jak yang menekan pemain Arema terlihat kentara dengan lagu-lagu yang dinyanyikan. Mereka nampak sudah bisa Profesional di tribun.
Karena itu, setiba dari Solo ayas sendiri punya uneg-uneg
1. Ketika menonton Arema, pakailah atribut serba biru ker, apa nawak-nawak tidak kangen dengan presure Arema jaman dahulu.
2. Niati mendukung Arema, memberikan support dengan nyanyian untuk meruntuhkan mental lawan. Lagu-lagu misuhi bonek sudah tidak efektif menekan lawan.
3. Bass drum yang dibawa kelompok Aremania kalau bisa disatukan, masak di tribun selatan kemarin ada banyak bass drum yang berpencar yang tidak kompak sesama Aremania.
4. Jangan marah kalau menonton tertutup bendera, kalau ingin nyaman, gak mau bernyanyi dan santai, liat saja di VIP atau TV.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar